Makin Keren! STIKes Husada Jombang Jalin MoU dengan Mahsa University Malaysia, Ini Isinya

Makin Keren! STIKes Husada Jombang Jalin MoU dengan Mahsa University Malaysia, Ini Isinya

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes Husada Jombang) menjalin kerjasama yang strategis dengan Mahsa University Malaysia dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di bidang kesehatan.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua institusi ini diharapkan dapat membawa manfaat besar bagi mahasiswa dan tenaga pendidik di STIKes Husada Jombang.

MoU tersebut ditandatangani oleh Vendi Eko Kurniawan selaku bidang Kerjasama STIKes Husada Jombang dan perwakilan dari Mahsa University Malaysia di Aula STIKes Husada Jombang, Sabtu (26/8/2023). 

Dalam sambutannya, Vendi Eko Kurniawan selaku bidang Kerjasama STIKes Husada Jombang menyampaikan bahwa kerjasama dengan Mahsa University merupakan langkah penting bagi STIKes Husada Jombang dalam menjawab tantangan pendidikan kesehatan yang semakin kompleks dan dinamis.

“Melalui kerjasama ini, kami berharap dapat saling bertukar pengetahuan, pengalaman, serta pengembangan kurikulum yang relevan dengan perkembangan ilmu kesehatan global,” ujarnya.

MoU ini mencakup berbagai bidang kerjasama, termasuk penelitian bersama, pengembangan kurikulum, serta pelatihan dan workshop. Diharapkan kerjasama ini akan membuka peluang baru bagi mahasiswa STIKes Husada Jombang untuk mendapatkan pengalaman internasional yang berharga dan memperluas wawasan mereka dalam dunia kesehatan.

“Kerjasama antara STIKes Husada Jombang dan Mahsa University Malaysia ini diharapkan dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang nyata bagi pengembangan pendidikan kesehatan di Indonesia,” pungkasnya. (*)

Begini Cara STIKes Husada Jombang Edukasi Anak Tentang Kesehatan Reproduksi

Begini Cara STIKes Husada Jombang Edukasi Anak Tentang Kesehatan Reproduksi

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan/ STIKes Husada Jombang menggelar sosialisasi tentang Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan Pengenalan Kesehatan Reproduksi pada Anak di SDN Mancar III, Peterongan, Jombang

Kegiatan yang diikuti 41 siswa-siswi itu bertujuan untuk mencegah berbagai penyakit yang dapat masuk melalui mulut dan tangan, serta memberikan pemahaman awal tentang kesehatan reproduksi kepada anak-anak.

Dalam acara yang berlangsung di SDN Mancar III Peterongan ini, Ardiyanti Hidayah, SST., Bd., M. Kes, seorang dosen di STIKes Husada Jombang, hadir sebagai narasumber. 

Ardiyanti membawakan materi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajarkan tentang cara mencuci tangan yang benar, menjaga kebersihan gigi, dan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

Selain itu, dalam sesi lainnya, Ardiyanti Hidayah juga memberikan pengenalan tentang kesehatan reproduksi kepada anak-anak. Tujuannya adalah memberikan pengetahuan awal kepada anak-anak tentang bagaimana tubuh mereka bekerja, menjelaskan perubahan yang terjadi saat mereka tumbuh dewasa, serta mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan serta mengenal lebih dalam tentang kesehatan reproduksi. Dengan pengetahuan ini, mereka akan menjadi anak yang sehat, cerdas, dan bahagia,” ujar Ardiyanti Hidayah.

Dengan semangat belajar dan berbagi pengetahuan, acara sosialisasi ini diharapkan memberikan dampak positif bagi anak-anak dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan sekitar. (*)

Akreditasi Institusi STIKes Husada Jombang Oleh BAN-PT Terakreditasi B (Baik Sekali) 2023

STIKes Husada Jombang Berikan Edukasi Bahaya Narkoba Hingga Seks Bebas Kepada Siswa SMP

STIKes Husada Jombang Berikan Edukasi Bahaya Narkoba Hingga Seks Bebas Kepada Siswa SMP

STIKes Husada Jombang gencar melalukan sosialiasi dan berikan edukasi tentang bahaya Narkoba, Merokok dan seks bebas kepada Siswa-siswi SMPN 2 Peterongan,

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program engabdian masyarakat yang dilakukan STIKes Husada Jombang yang melibatkan dosen dan mahasiswa serta masyarakat umum.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda tentang dampak negatif dari perilaku berisiko.

Dalam kesempatan ini, Sylvie Puspita dosen STIKes Husada Jombang menyampaikan paparan mengenai dampak buruk dari narkoba, merokok, dan perilaku seks bebas pada kesehatan fisik dan mental seseorang.

Pengabdian masyarakat ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari siswa-siswi SMPN 2 Peterongan, setidaknya ada 45 siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan ini. Mereka aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dan berdiskusi tentang isu-isu yang relevan dengan kesehatan remaja. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik bagi para siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan dan membuat keputusan yang bijaksana dalam hidup mereka.

Muhammad Rosyid salah satu siswa SMPN 2 Peterongan merasa senang terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh STIKes Husada Jombang. “Kami berterima kasih atas upaya yang telah dilakukan untuk menyadarkan siswa-siswi tentang bahaya narkoba, merokok, dan seks bebas. Semoga informasi yang disampaikan dapat membantu kami mengambil keputusan yang cerdas dan bertanggung jawab terkait kesehatan dan masa depan kami,” ucapnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu contoh nyata kolaborasi antara institusi pendidikan dan profesional kesehatan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan, kegiatan semacam ini akan terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi generasi muda dan masyarakat secara umum. (*)

STIKes Husada Jombang Gelar Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Nganjuk, Ini Programnya

STIKes Husada Jombang Gelar Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Nganjuk, Ini Programnya

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes Husada Jombang) kembali menggelar pengabdian masyrakat. Kali ini kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Ringin Anom, Wilayah Puskesmas Kabupaten Ngajuk mulai 20 sampai 26 Juli 2023 lalu. 

Pengabdian masyarakat kali ini mengambil tema “Penggunaan Bahan Pangan Lokal Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Masa Perimenopouse”. 

Dengan subtema “Pemberian jus buah belimbing manis terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi” dengan pemateri Wahyu Anjas Sari. Sedangkan materi kedua yakni tentang “Pemberian Jus Cucumis Sativus terhadap penurunan penderita hipertensi lansia”dengan pemateri Gempi Tri Sumini. 

Adapun tujuan umum dari kegiatan tersebut ialah untuk mencegah terjadinya morbiditas dan mortalitas akibat tekanan darah tinggi dengan menurunkan tekanan darah serendah mungkin sampai tidak mengganggu fungsi ginjal, otak, jantung, maupun kualitas hidup, mencegah memberatnya tekanan darah tinggi, memulihkan kerusakan target organ dengan anti hipertensi masa kini, memperkecil efek samping pengobatan pada penyakit hipertensi, sambil dilakukan pengendalian factor-faktor resiko kardiovaskuler lainnya.

Sedangkan tujuan khususnya diantaranya sebagai berikut: 

1. Mengetahui karakteristik pada lansia dengan riwayat penyakit hipertensi

2. Mengetahui rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik lansia sebelum diberikan jus buah belimbing manis

3. Mengetahui rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik lansia sesudah diberikan jus buah belimbing manis

4. Mengetahui pengaruh pemberian jus buah belimbing manis terhadap perubahan tekanan darah pada lansia 

Adapun latarbelakang dari kegiatan ini yakni pangan adalah semua yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman untuk konsumsi manusia sehari-hari. 

Pangan lokal adalah makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat sesuai dengan potensi sumber daya dan kearifan lokal. Dengan kata lain, pangan lokal merupakan konsumsi sumber pangan yang berasal dan dibudidayakan dari wilayah setempat. 

Pemanfaatan pangan ini merupakan salah satu pilar ‘ketahanan pangan’ yang mengacu kepada penggunaan pangan oleh rumah tangga dan kemampuan tubuh seseorang untuk menyerap dan menggunakan zat gizi dari dalam bahan pangan, sehingga diharapkan dengan pemanfaatan pangan yang baik dapat mencapai ketahanan pangan di setiap keluarga yang menunjukkan kondisi terpenuhinya pangan baik dari jumlah, mutu, keberagaman, zat gizi, dan keterjangkauannya supaya setiap keluarga dapat hidup sehat, bergizi, aktif, dan produktif. 

Sedangkan pengolahan pangan yang dilakukan dari awal bahan mentah hingga siap dimakan diharapkan dapat meningkatkan cita rasa dan kecernaan bahan, serta menambah pengetahuan keluarga tentang variasi olahan makanan yang dapat dibuat dari berbagai bahan pangan lokal dan manfaat kesehatan di dalamnya mencoba berbagai variasi makanan dari bahan pangan lokal yang mudah didapat di daerah setempat. 

Tujuan pengobatan hipertensi adalah untuk mencegah terjadinya morbiditas dan mortalitas akibat tekanan darah tinggi dengan menurunkan tekanan darah serendah mungkin sampai tidak mengganggu fungsi ginjal, otak, jantung, maupun kualitas hidup, mencegah memberatnya tekanan darah tinggi, memulihkan kerusakan target organ dengan anti hipertensi masa kini, memperkecil efek samping pengobatan pada penyakit hipertensi, sambil dilakukan pengendalian factor-faktor resiko kardiovaskuler lainnya. 

Mengurangi resiko merupakan tujuan utama terapi dan pengobatan hipertensi, dan pilihan terapi obat dipengaruhi secara bermakna oleh bukti yang menunjukkan pengurangan resiko (Manuntung, A., 2018)

Selain terapi farmakologis, penderita hipertensi juga diberikan terapi nonfarmakologis yaitu olahraga dan modifikasi gaya hidup. 

Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat diberikan kepada penderita. Metode pengobatan non farmakologis sebenarnya sejak lama sudah sering di gunakan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan, tetapi karena kurangnya informasi tentang kandungan dan manfaat dari bahan herbal yang tersedia di sekitar masyarakat, mereka enggan melakukan pengobatan non farmakologis karena merasa kurang praktis dan sulit untuk di ketahui manfaatnya secara langsung. 

Banyak keuntungan memilih menggunakan obat tradisonal untuk mengobati berbagai penyakit, hal ini lakukan untuk mengurangi terjadinya efek samping, selain itu biayanya murah, dan mudah untuk didapatkan (Cholifah & Hartinah, 2018). 

Belimbing manis (Averrhoa Carambola linn) merupakan salah satu obat tradisional yang dapat digunakan sebagai obat antihipertensi, karena mengandung tinggi kalium dan senyawa flavanoid. Kalium berfungsi menurunkan tekanan darah sehingga dapat mencegah tekanan darah tinggi atau bahkan stroke. 

Jenis belimbing yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah jenis belimbing manis atau yang biasanya hanya disebut belimbing. Buah belimbing manis (Averrhoa carambola L.) adalah buah dari tanaman yang sering digunakan sebagai tanaman obat. Selain sebagai anti-hipertensi, buah belimbing manis juga digunakan untuk mengobati diabetes, kelumpuhan, dan pusing. 

Daunnya digunakan untuk mengobati kanker, dan bunga dapat digunakan untuk mengobati sakit gigi (Wijaya et al, 2012). Di indonesia belimbing ini banyak dipelihara di pekarangan rumah, di budidayakan di 6 perkebunan dan cukup banyak di temukan di daerah-daerah lain khusunya di daerah Jawa Timur. (*)

Pengabdian Masyarakat, Begini Cara STIKes Husada Tingkatkan Prestasi Siswa MAN 1 Jombang

Pengabdian Masyarakat, Begini Cara STIKes Husada Tingkatkan Prestasi Siswa MAN 1 Jombang

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes Husada Jombang) menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan tema Hipnomotivasi dalam Upaya Peningkatan Prestasi dan Kedisiplinan Siswa-siswi di MAN 1 Jombang

Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi STIKes Husada Jombang dalam membantu meningkatkan prestasi dan kedisiplinan siswa-siswi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jombang. 

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen diantaranya Elis Fatmawati, Zeny Fatmawati, Wahyu Anjas Sari dan mahasiswa STIKes Husada Jombang yang memiliki keahlian dalam bidang hipnomotivasi dan psikologi. 

Acara ini diadakan di MAN 1 Jombang dan dihadiri oleh kepala sekolah, guru-guru, dan seluruh siswa-siswi dengan total jumlah  peserta mencapai 250 orang. 

Elis Fatmawati, Dosen STIKes Husada Jombang, menyatakan pihaknya sangat senang dapat berkontribusi dalam meningkatkan prestasi dan kedisiplinan siswa-siswi di MAN 1 Jombang. 

“Kegiatan hipnomotivasi yang kami laksanakan bertujuan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para siswa-siswi agar lebih giat dalam belajar dan mengembangkan potensi diri,” ungkapnya. 

Hipnomotivasi merupakan teknik yang menggabungkan hipnosis dengan metode motivasi untuk merangsang dan meningkatkan semangat belajar serta kedisiplinan siswa. 

Dalam kegiatan ini, para siswa-siswi MAN 1 Jombang diajak untuk merenung dan memvisualisasikan tujuan mereka dalam belajar, serta diberikan afirmasi positif untuk membangkitkan kepercayaan diri dan rasa percaya bahwa mereka mampu mencapai prestasi yang gemilang. 

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi seluruh siswa-siswi MAN 1 Jombang. STIKes Husada Jombang berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan pendidikan di daerah Jombang dan membantu mencetak generasi penerus yang berkualitas dan berprestasi. 

Sementara itu, Ahmad Rifqi salah satu murid MAN 1 Jombang merasa sangat bahagia dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan oleh STIKes Husada Jombang. 

“Kami berterima kasih kepada STIKes Husada Jombang yang telah memberikan dukungan dalam upaya meningkatkan prestasi dan kedisiplinan siswa-siswi kami. Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi para siswa-siswi MAN 1 Jombang dan membantu mereka meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang,” ujarnya. (*)

STIKes Husada Jombang Melaksanakan Pengabdian Masyarakat Tentang Penerapan Pola Tidur yang Efektif Bagi Lansia

STIKes Husada Jombang Melaksanakan Pengabdian Masyarakat Tentang Penerapan Pola Tidur yang Efektif Bagi Lansia

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes Husada Jombang) gelar pengabdian masyarakat dengan mengambil tema “Penerapan Pola Tidur yang Efektif bagi Lasia di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha (UPT PSTW) Kabupaten Jombang, Rabu (2/8/2023). 

Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada lansia dan para keluarga tentang pentingnya pola tidur yang sehat guna meningkatkan kualitas hidup di usia lanjut. 

“Kegiatan pengabdian masyarakat bersama mahasiswa keperawatan semester 2 dengan jumlah peserta 30 lansia. Tujuannya untuk memberikan wawasan terhdap lansia bagaimana menjaga pola tidur yang baik untuk menjaga hidup sehat,” kata Nanang Bagus Sasmito Dosen Keperawatan STIKes Husada, Rabu (2/8/2023). 

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya STIKes Husada Jombang dalam memberikan layanan terbaik bagi para lansia yang berada di bawah naungan lembaga tersebut. 

Dengan adanya edukasi ini, diharapkan para lansia dapat lebih memahami pentingnya tidur yang berkualitas dan penerapan pola tidur yang efektif untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan mereka. 

“Pola tidur yang efektif sangat penting bagi kesehatan lansia. Tidur yang berkualitas dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan seperti insomnia, depresi, dan masalah kognitif. Oleh karena itu, kami mengadakan program edukasi ini untuk memberikan informasi yang tepat kepada lansia dan keluarga mengenai bagaimana cara menciptakan pola tidur yang baik dan sehat,” ujarnya. 

Program edukasi ini melibatkan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang berkompeten dalam bidang kesehatan lansia. Mereka memberikan penjelasan tentang pola tidur yang efektif, pentingnya tidur yang cukup, dan cara mengatasi masalah tidur pada lansia. Selain itu, para peserta juga diajarkan tentang teknik relaksasi dan latihan pernapasan yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. 

Salah seorang peserta, Siti Rahayu (68), menyambut baik kegiatan ini. “Saya senang bisa ikut program edukasi ini. Saya merasa tidur saya kurang nyenyak belakangan ini dan sering terbangun tengah malam. Dengan pengetahuan yang saya dapatkan dari kegiatan ini, saya berharap bisa menciptakan pola tidur yang lebih baik dan mendapatkan tidur yang berkualitas,” ungkapnya. 

Kegiatan edukasi tentang penerapan pola tidur yang efektif bagi lansia ini merupakan salah satu langkah konkret dari STIKes Husada Jombang dalam memberikan perhatian dan dukungan bagi kesehatan dan kesejahteraan para lansia di wilayah Kabupaten Jombang. Seluruh peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas tidur dan kesehatan mereka secara keseluruhan. (*)

 

BEM STIKes Husada Jombang Periode 2023-2024 Resmi Dilantik, Ini Harapannya

BEM STIKes Husada Jombang Periode 2023-2024 Resmi Dilantik, Ini Harapannya

Suasana kebersamaan dan semangat kepeloporan terasa kental saat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes Husada Jombang) mengadakan pelantikan kepengurusan baru di Aula kampus setempat.

Acara berlangsung meriah dan penuh haru, dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan staff STIKes Husada Jombang. Dalam acara tersebut BEM secara langsung dilantik oleh Bagus Sulianto selaku Wakil Ketua 3 STIKes Husada Jombang. 

A. Nurul Hidayat, mahasiswa berprestasi dan berdedikasi, resmi dilantik sebagai Presiden Mahasiswa BEM STIKes Husada Jombang. 

Dengan visi yang kuat untuk mengembangkan potensi mahasiswa dan mewujudkan kehidupan kampus yang harmonis, A. Nurul Hidayat berhasil meraih dukungan dari mayoritas mahasiswa dalam pemilihan Presiden Mahasiswa. 

Dalam pidatonya setelah dilantik, A. Nurul Hidayat mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan berjanji untuk bekerja keras mewujudkan visi dan misi BEM STIKes Husada Jombang. 

“Saya berkomitmen untuk melayani dan memperjuangkan kepentingan mahasiswa. Bersama dengan seluruh kepengurusan BEM, kami akan bekerja untuk menghadirkan program-program yang bermanfaat dan berkontribusi bagi kemajuan kampus ini,” ungkapnya. 

Menurutnya keterlibatannya dalam berbagai kegiatan kampus dan dedikasinya untuk mengadvokasi aspirasi mahasiswa mendorong semangatnya untuk membawa nama kampus ke kancah nasional. 

“Saya akan bekerja dengan penuh semangat dan integritas sebagai Presma. Saya berharap dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan partisipasi dan keterlibatan mahasiswa di berbagai bidang,” ujarnya. 

Sementara itu Wakil Ketua STIKes Husada Jombang, Bagus Sulianto dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada A. Nurul Hidayat dan Kepengurusan BEM atas pelantikan mereka. 

Pihaknya berharap kepengurusan BEM yang baru dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh dedikasi dan profesionalisme untuk kepentingan mahasiswa dan kemajuan kampus. 

“Pelantikan BEM STIKes Husada Jombang menandai awal dari periode kepemimpinan baru yang penuh harapan. 

Para pemimpin muda ini diyakini akan membawa semangat dan inovasi dalam mengembangkan STIKes Husada Jombang dan memberikan dampak positif bagi seluruh mahasiswa,” harapnya. (*)

Cetak Pemimpin Berkualitas, BEM STIKes Husada Jombang Gelar LDKM di Batu 

Cetak Pemimpin Berkualitas, BEM STIKes Husada Jombang Gelar LDKM di Batu 

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKes Husada Jombang menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) di Villa Batu, Jawa Timur, Sabtu (15/7/2023). 

Acara ini diikuti oleh seluruh anggota BEM STIKes Husada Jombang yang memiliki minat dan potensi untuk menjadi pemimpin masa depan. 

Abdul Azis, Ketua BEM STIKes Husada Jombang mengatakan LDKM merupakan salah satu program unggulan BEM STIKes Husada Jombang yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kepemimpinan yang diperlukan dalam mengemban peran sebagai pemimpin di lingkungan kampus maupun masyarakat. 

“Kegiatan ini dirancang secara intensif selama beberapa hari dengan melibatkan narasumber yang ahli di bidang kepemimpinan,” kata Abdul Azis, Sabtu (15/7/2023). 

Abdul Azis menyampaikan pentingnya LDKM dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin yang berkualitas dan mampu menghadapi tantangan di masa depan. 

“Kami berkomitmen untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan kepemimpinan yang kuat, sehingga mereka siap mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya. 

Selama LDKM, peserta diberikan pemahaman tentang konsep kepemimpinan, strategi komunikasi efektif, manajemen waktu, kepemimpinan berbasis nilai, serta keterampilan problem-solving. 

Mereka juga diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai simulasi dan permainan peran untuk mengasah kemampuan kepemimpinan dan kerja tim. 

Para narasumber yang dihadirkan dalam LDKM adalah praktisi dan akademisi yang berpengalaman di bidang kepemimpinan. Mereka memberikan pemahaman yang mendalam serta berbagi pengalaman dan tips praktis kepada peserta LDKM. 

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat hubungan antar-mahasiswa, membangun jiwa solidaritas, dan mengembangkan jaringan sosial. 

Dalam penutupan LDKM, Abdul Azis menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah aktif berpartisipasi dan memberikan kontribusi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap, peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama LDKM dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar. 

“Dengan suksesnya LDKM ini, BEM STIKes Husada Jombang berharap dapat melahirkan generasi pemimpin yang berkualitas dan berintegritas. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya nyata dalam mengembangkan kepemimpinan mahasiswa yang tangguh dan berdaya saing,” harapnya. (*)

Prodi S1 dan Profesi Ners Kebinanan STIKes Husada Jombang Gelar Pengabdian Masyarakat di Madiun

Prodi S1 dan Profesi Ners Kebinanan STIKes Husada Jombang Gelar Pengabdian Masyarakat di Madiun

Prodi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan 06-20 Mei 2023  melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Membangun jiwa kewirausahaan dibidang pelayanan kebidanan komplementer” dengan menghadirkan 10 balita yang diberikan pelayanan mulai dari penyuluhan, pijat, senam dan renang. 

Kegiatan ini merupakan upaya institusi untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada mahasiswa yang sejalan dengan keunggulan program studi, yaitu menghasilkan Bidan yang inovatif dan berjiwa enterpreuner di bidang pelayanan kebidanan komplementer.
Dimana sesuai perkembangan Iptekes 2030 yang menjadikan spirit dan motivasi kami untuk senantiasa memberikan pengalaman secara nyata  selama menempuh pendidikan, melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, yang mengarah pada visi dan keunggulan program studi sehingga mahasiswa kebidanan mendapatkan bekal pengetahuan dan ketrampilan untuk membuka wirausaha pada pelayanan kebidanan komplemeter. 
 

Tim pengabdian masyarakat terdiri dari  dosen Zeny Fatmawati, Gempi Tri Sumini, Wahyu Anjas Sari, Lilis Suryani, dan Dwi Retnowati serta mahasiswi program studi sarjana kebidanan. 

Tahap pertama melakukan kegiatan webinar dengan tema menjadi bidan entrepreuner yang inovatif dalam pelayanan kebidanan komplementer dengan lima topik yang salah satunya adalah wirausaha di bidang baby spa, kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa sarjana kebidanan dan Pendidikan profesi bidan

Tahap Kedua mahasiswa sarana kebidanan dibekali mata kuliah pendukung keunggulan program studi pada semester enam berupa terapi komplementer dan semester delapan mata kuliah skripsi dan kewirausahaan, mata kuliah magang di klinik atau outlet mom dan baby spa.

Tahap ketiga melakukan penyusunan proposal pengabdian masyarakat 

Tahap ke empat menjalin kerjasama dengan tempat praktik mandiri bidan dan klinik yang memberikan pelayanan kebidanan komplementer kebidanan, STIKes Husada Jombang telah menjalin kerjasama sebagai wahana praktik mahasiswa sarjana dan pendidikan profesi bidan. 

Tahap kelima pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Griya Sehat Bunda Madiun dimulai dengan pendaftaran ibu balita, penimbangan balita dan pengukuran panjang badan balita kemudian edukasi tetang tumbuh kembang balita dan manfaat stimulasi perkembangan balita. (*)